Kalo dah cinta mo bilang apa

Cinta, cinta dan cinta lagi. Yuppp sebuah masalah klasik yang dari dulu hingga sekarang selalu
menjadi masalah diantara insan manusia.

Suatu hari ada seseorang wanita yang jatuh cinta kepada seorang pria. Entah karena pesona apa yang dimiliki sang pria hingga sang wanita pun terpikat dan terjerat kedalam jaring jaring cinta sang pria.
Suatu hari sang wanita merasa ada sesuatu yang bergolak dalam hidupnya, manakala lingkungan sekitarnya mengatakan bahwa dia ga pantas mencintai sang pria tersebut karena pria tersebut
hanyalah pria biasa yang tidak mempunyai kelebihan.

sebuah kisah yang sangat dan sangat biasa.
Secara banyak pemain - pemain cinta yang timbangannya berat sebelah.
Seorang yang cantik mencintai yang (maaf) jelek rupa atau biasa saja.

lantas siapa yang salah??
ga da yang salah.

Ada "Jelek" karena ada yang cakep, dan ada yang cakep karena ada yang "jelek".

"cinta tak kan hadir jika kita menunggu seseorang yang sempurna
tapi cinta akan hadir jika kita bisa menerima ketidaksempurnaan seseorang
dan mencintainya dengan cara yang sempurna"


tapi kalo memang ada yg sempurna kenapa tidak ya...!!!!

Pesanku buat seseorang yang merasa tahu tulisan ini
jika kau tanya padaku apa bedanya belajar pemrograman dan cinta

"untuk bermain cinta kadang kita tak pernah memakai logika
tapi belajar pemrograman kita harus pake logika, karena komputer penuh dengan logika
sedangkan cinta tak dapat ditebak apa mauanya hati."

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kau bukanlah untukku

Pernah ga sih kita jatuh cinta?
Pasti pernah dong. Lalu apakah cinta kita berjalan mulus sesuai yang kita harapkan?
Ada yang tidak dan ada yang iyakan.
Kalo iya sih enak, hati berbunga bunga. Nah kalo bagi yang cintanya berpangku sebelah tangan,
gimana coba?

Pastinya sedih dan sakit hati kan. Makan ga enak tidur ga tenang bawaan pengen nangis.

Bagaiamana cinta kita bisa berpangku sebelah tangan. Bisa jadi sang Doi yang kita taksir menolak kita karena tidak suka atau karena sudah memiliki kekasih.

Salah ga sih kita mencintai orang yang sudah berpunya ?
Ga salah sih. Cuma akan salah bilamana kita memaksakan perasaan kita tanpa pertimbangan yang matang.

Tapi perasaan ini ga bisa dipendam ?!

Memang kalo hati kita terlanjur suka ama seseorang sukar sekali tuk melupakan seseorang yang kita sukai. Sukar sekali membuang rasa ini.
Apalagi bilamana masih melihatnya dihadapan kita wow menyiksa sekali.

Nah apa yang harus kita lakukan, yakinkan dulu diri kita, apakah perasaan ini cinta sebenarnya atau hanya simpati belaka. Kalo memang kita benar benar

mencintainya, apakah diri kita mampu membahagiakannya melebihi kekasihnya.
Kalo memang kita merasa mampu memberinya lebih bolehlah kita mencintainya.
Tapi ingat tidak dengan jalan merusak hubungannya.
Lalu apakah kita hanya menjadi penggemar rahasinya saja.

Tentu tidak, kalo emang tuh doi simpati juga dengan kita utarakan saja rasa suka kita padanya, supaya dia tahu bahwa kita mencintainya.

Tapi perlu diingat kita hanya ingin dia tahu saja kalo kita mencintainya, tapi jangan mengharapkan dia membalas cinta kita, Akankah kita bahagia di atas

penderitaan orang lain. Lalu bagaimana dengan perasaan kekasihnya pasti terluka jua kan.

Kita hanya bisa memberi, hanya bisa merelakannya bahagia dengan kekasihnya. Kalau memang kita mencintainya pasti kita ingin dia bahagia kan.
Biarkanlah dia bahagia dengan kekasihnya. Yang penting bahwa dia sudah tahu kalo kita mencintainya dan telah merelakannya bahagia dengan orang lain.

Kita serahkan saja pada Tuhan yang maha kuasa kalau memang dia jodoh kita,pasti kita akan dipersatukan. Setidaknya kita sudah berusaha.

Terkesan basi banget ya sarannya.
Ya mau gimana lagi ini yang terbaik diantara kita bertiga.

Biarlah waktu yang memutuskan biarkanlah waktu bergulir diatas derita kita.

Ingat kebahagiaan tak selalu berupa kesenangan, tapi bisa berupa derita kalo kita bisa merasakannya.

Isilah waktu kita dengan kegiatan yang bisa menenangkan hati kita. Usahakan jangan sering merenung karena pasti kita hanya akan ingat si dia. Pastinya akan

menambah sakit memar dihati ini.

Kita memang butuh waktu untuk mengubah semua ini. Tuhan pasti punya niat lain diatas semua ini walo sakit bagi kita. Katakan saja pada hati kita "Kau

bukanlah untukku"


... Getar ini merasuk tak kentara
Membuat sebuah kubangan dalam hati.
Terngiang kian tak pasti
Tuk ungkapkan rasa ini

Namun kelu dalam bisu
Hanya diam dalam senyum
Menahan dera hati ini
Kau tercipta bukan untukku...


... Langkahmu menyibak mataku
membuka hatiku
Menaburkan aroma wewangian jiwa
Mengubur duka lama
Membuka luka baru
kau biarkan terbuka
dan kau tinggalkan tanpa rasa...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pernikahan yang tak kuharapkan

Tiba-tiba saja seseorang mengejutkan diriku membangunkanku dari tidur yang
nyenyak. Seorang wanita yang tak asing dihatiku hadir dihadapanku dan
menyodorkan sebuah undangan pernikahan panggil saja dia widya. Widya adalah
sahabat dekatku yang paling aku sayangi, dia selalu bersamaku dimasa - masa yang lalu. Kebodohanku dimasa lalu adalah selalu menganggap dia sebagai sahabat tak terlintas dihatiku tuk menjadikan dia kekasihku.
Kini karena kondisi yang tidak memihak mengharuskan kami berpisah. Ketika masa perpisahan aku mulai merasakan kehilangan dari bagian hidupku sesuatu yang tak pernah aku rasakan.
Lama kami tak bertemu dan kini Tuhan mempertemukan kami dalam kondisi yang
berbeda, dia akan menjadi orang asing bagiku dimana aku sudah tak bisa
menjitak jidatnya, melirik senyumannya.

"Hai lama kita tak ketemu ya wid, bagaimana kabarmu ?"

"Baik, oh ya kedatanganku kesini untuk mengundangmu ke pesta pernikahanku"

"oh ya, selamat ya"

"kamu harus datang lho"

"Tidak, aku tak kan pernah datang"

"kenapa, bukankah kita selama ini bersahabat baik, alangkah kurangnya kalau kamu tak datang"

"Aku takut akan merusak suasana pernikahanmu"

"kenapa"

"karena.. ah sudahlah"

"kenapa? tolong katakan kenapa"

"wid aku tak bisa mengatakannya, kata hatiku mengatakan aku tak bisa datang"

"itu bukan alasan, apakah aku salah padamu"

"aku.. aku tak kan mampu melihatmu bersanding dengan orang lain, karena aku

mencintaimu"
"mencintaiku..., kenapa baru sekarang kamu bilang, kenapa tak sedari dulu kamu
bicara seperti ini, disaat hatiku masih bersamamu dan kutunggu kata - kata
manis darimu. Tapi kamu hanya diam hanya menganggapku sebagai teman kan tak lebih"

"iya itulah kebodohanku kenapa dulu aku tak bilang padamu kalo aku
mencintaimu, karena dulu aku merasa nyaman kamu menjadi sahabatku, tapi kini
kau akan menjadi orang asing dihatiku tapi bagaimanapun juga aku turut bahagia

atas pernikahanmu, bukankah kebahagiaanmu kebahagiaanku juga."
" tapi bagaimanapun juga kamu harus datang sebagai tanda kalau kau

merestuiku".

"restuku akan selalu ada dihatiku"

Sebuah dialog yang mungkin sering terjadi disekitar kita dimana kadang kita
memendam cinta hingga orang yang kita cintai hendak pergi namun orang tersebut
masih belum tahu kalau kita mencintainya. Ada yang bisa membantuku meneruskan cerita ini karena aku begitu dekat dengan orang ini aku tak mampu memberinya saran.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS